Kendaraan lama seperti kita ketahui masih banyak menggunakan platina (Contact Point) untuk system pengapiannya. Dan sejalan dengan perkembangan teknologi maka platina mulai di tinggalkan dan digantikan dengan system Igniter untuk mengurangi rugi-rugi pengapian yang terjadi pada rpm tinggi khususnya seperti terjadi pada system platina.Selain keuntungan diatas, keuntungan lainnya adalah tidak perlunya secara berkala mengganti platina.
System terakhir yang disebutkan diatas, kemudian di kembangkan lagi demi mencapai efisiensi dan optimasi system pengapian.
Ada dua system yang sekarang sering di aplikasikan pada kendaraan modern, yaitu
- System pengapian Wasted Spark
- System pengapian langsung (Direct Ignition)
System kedua ini yang akan dibicarakan disini dan diaplikasikan pada Corolla Twincam 1.6 kaburator. Secara garis besar akan diterangkan dibawah ini.
Distributor Modification
Distributor asli yang hanya berisi satu pickup coil di modifikasi dengan menempatkan tambahan 3 buah pickup coil lagi sehingga berjumlah 4 buah dan masing masing di tempatkan tepat setiap 90 derajat,sedangkan igniter aslinya yang bersatu pada distributor dikeluarkan. Sedangkan trigger untuk pickup coil diambil dari aslinya tetapi di modifikasi dengan memotong 3 nok aslinya sehingga hanya di dapat satu nok saja.

Igniter Modification
Igniter asli yang bersatu pada distributor di keluakan dan ditambahkan 3 buah lagi hingga berjumlah 4 buah dan di tempatkan pada satu box. Pada contoh di bawah hanya menggunakan box kaleng bekas, sedangkan sebaiknya igniter ditempatkan pada heatsink dan di seal agar pendinginan cukup baik. Sedangkan pengkabelan dibuatkan melalui soket-soket sehingga mudah dalam perawatannya.

Coil
4 buah coil direct ignition second dari junkyard ex Singapore pun dipilih sesuai dengan kedalaman letak busi twincam. Dan di hubungkan dengan igniter melalu kabel, sehingga tidak terlihat lagi berseliwerannya busi lagi.
Agar Coil duduk dengan baik, dibuatkan bar penjepit dan dibautkan pada baut cover cylinder head.

Tricky Part on RPM
Bagian yang paling susah adalah mensyncronisasikan putaran mesin ke RPM meter. Dikarenakan setiap igniter yang berjumlah 4 buah mengeluarkan pulsanya masing masing, sehingga jika mengambil hanya dari satu Igniter maka akan didapat seperempat putaran mesin sebenarnya. Masalah ini akhirnya bisa diatasi dengan membuat rangkaian elektronika sederhana.
Report hasil ubahan ini, tenaga lebih terasa di semua putaran mesin dan effisiensi bahan bakar meningkat.
Thanks to Arika Bahtiar yang corollanya menjadi kelinci percobaan.
Tentunya modifikasi ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak yang harus dibenahi. Nah bagi rekan-rekan yang mempunyai ide atau saran silakan kirim lewat box Comment dibawah artikel ini.
Brought to you by
Cepot
October 16, 2006 at 2:19 am
Wah ini boil gado-gadonya Kang Arik yah … tambah rapi yah karena nggak ada kabel busi yang seliweran. Berhubung pic 4coildist gak bisa tertampil, tanya nih. Kalau di distributor kan pick up koil nya satu dan kalau saya lihat (ceii…ini juga baru kemaren liatin si bayu buka dist di pdpk) tempatnya udah padet, nah apa dipasang tambahannya di situ semua ?
Nuhun.
October 16, 2006 at 4:36 am
Coba deh di refresh lagi, seharusnya fotonya tampil tuh. Jawabannya betul dan sangat jelas terlihat pada fotonya.
Thanks
October 16, 2006 at 7:31 am
Tetep gak bisa Kang, gak tau deh kalau temen yang lain.
Ntar saya coba buka pake pc yang lain, mungkin ie saya yang kurang support.
Nuhun
October 16, 2006 at 9:12 am
kang,
bagaimana dengan mesin SOHC dan busi diluar nongol…??? bisa ngak coilnya di tempelin di belakang businya ?
Ciao…
Indra
October 16, 2006 at 9:21 am
Pada dasarnya bisa saja, dimana tingkat kesulitan tergantung dari design si distributornya dan igniter yang ada.
October 17, 2006 at 1:53 am
Kemaren ada ngasi distributor jitiay ke Kang Arika di PDK, apakah nantinya akan ada jitiay distributorless… Hehehehe..
Jawab:
October 18, 2006 at 1:26 am
Akhirnya udah bisa juga ngeliat gambarnya, asli penasaran
)
October 18, 2006 at 3:01 am
sukses dech buat kang cepot. kapan2 pengen nongkrong kesana lagi ah. biar kijang karbunya enak dikendarain. saran dikit nich biar gampang rpm meter bisa pake yg buat motor tuch. cukup diambil satu pick-up saja. motor tiger udah pake elektronic buat rpm-nya.
Cepot Says:
Thanks kang
October 31, 2006 at 3:10 am
Kang Cepot,
Sudah berapa lama modifikasi tsb diujicoba, sekarang bagaimana kang, apakah ada masalah ato baik2 ajah ato malahan sudah ada tambahan modifikasi untuk lebih mengoptimalkan.
Berapa tisu dibutuhkan untuk modifiksi tersebut, seandainya sparepartnya baru semua barapa duit kang.
Usul kang, seandainya corollanya kang Arika baik2 ajah bagaimana kalo dibuat paketan kang, jadi kalo mau modifikasi tinggal templokin aja kang, kalo sudah akur dengan tisunya.
Roel says:
Gimana kalo di bahasnya di milist aja, biar enak gitu.
CU there
July 6, 2007 at 5:44 am
SELAMAT bt kretifitasnya,,,,,tp msh ribet,,,,ak punya DIS n I-DSI dengan 1 sensor untuk aplikasi segala mobil,,,gak pake 4 sensor terlalu banyak,,,kan mending bt ngedate,,,,hehe…………catur malang 0816553632
July 7, 2007 at 5:55 am
SELAMAT MENGEMBANGKAN KREATIFITASNYA,,,MOGA2 TAMBAH CANGGIH N ANDAL,,,ULAS DONG YANG LAEN N LEBIH BAGUS
SALAM AREMA
July 24, 2007 at 8:44 am
Bang cepot!
numpang tanya nih, aku punya problem dg system saluran udara karburator untuk mobil corolla thn 1993 mesin 2E (1300cc), apakah bang cepot punya diagram saluran udara tsb,
karena beberapa waktu yg lalu, saluran udaranya di acak-acak oleh montir karburator di cipete, trim’s
Wass.
bakti
September 28, 2007 at 7:30 am
Kang Cepot dimana nih lokasinya ? Kali ane mau mampir tuh, sambil silaturahmi. Terima Kasih
December 22, 2008 at 4:14 pm
Wah..funtastis..hebat…bisakah hal ini juga diterapkan pada Great corolla? saya sangat sukablog ini karena banyak trik yang kadang tidak terpikirkan oleh saya..hebat..
December 31, 2008 at 7:16 am
Tentu bisa kang, asal ada kemauan pasti bisa…