Hubungan emisi gas buang terhadap kesehatan mesin
Sebagai kelanjutan artikel analisa emisi gas buang, dibawah ini akan di jelaskan (walaupun secara Umum) hubungannya dengan kesehatan mesin kendaraan kita. Sehingga paling tidak kita jadi tahu kondisi mesin kita.
Sebagai acuan atau rule of thumb,
- CO biasanya terjadi pada saat idle, sedangkan HC banyak dihasilkan saat deselerasi karena saat ini sering terjadinya misfire, sementara NOx dihasilkan saat akselerasi -
Dibawah ini akan di jelaskan sebab dan akibatnya,
HC
- Terjadinya misfire atau pembakaran tidak sempurna

- Terlalu dinginnya ruang bakar (wall quenching process adalah salah satunya)
- Radiator dan system pendingin kurang baik (terlalu dingin)
- Carbon deposite pada ruang bakar
- kebocoran pada packing intake manifold
- Timing pengapian tidak tepat
- percikan api pada busi kurang
- Supply BBM rich
- Supply Udara tidak tepat (kurang)
- Intake air temperatur rendah
- gap klep terlalu rapat
- kotoran pada klep terlalu banyak
- klep terbakar
- kompresi kurang
- System close loop ecu tidak benar

- EGR problem
>
CO
- Indikasi pembakaran Rich
- Kurangnya oksigen saat pembakaran
- Pembakaran Rich
- terjadi pada keadaan mesin dingin
- Tekanan BBM terlalu tinggi
- Kebocoran injektor
- System close loop ECU tidak benar
- pcv valve rusak
- kebocoran pada packing intake manifold
NOx
- 98% adalah NO
- Temperatur ruang bakar terlalu tinggi
- Tekanan ruang bakar terlalu tinggi

- EGR problem
- Pembakaran terlalu Lean
- Intake air temp tinggi
- Overheat
- Advance timing berlebihan.
- kotoran pada klep terlalu banyak
CO2
- indikasi pembakaran sempurna*
O2
- Indikasi pembakaran lean*
- Indikasi misfire*
*Untuk melihat level yang diijinkan silakan lihat lagi artikel sebelumnya.
Semoga artikel ini berguna bagi rekan-rekan.
—Dilarang mengambil, mengutip sebagian atau seluruh isi situs ini tanpa izin penulis—
February 23, 2007 at 8:23 am
Wah.. foto klep dengan keraknya.. serem yak… bisa setinggi itu penumpukannya.. hiiii
February 25, 2007 at 4:28 am
Wew
Artikelnya keren nih kang, ditunggu artikel fenomena serupa utk mesin Diesel (PM, NOx, CO, CO2)
February 28, 2007 at 1:38 am
Penulis yang terhormat..
sejak 1 tahun lalu saya pengguna alat penghemat bbm berbentuk tabung plus 2 selang tambahan..alat tersebut diklaim sebagai penghemat bbm alias bikin mobil jadi irit. dan memang terbukti pada salah satu acara lomba irit mobil saya tembus 200cc untuk 21km (eco drive). Dan yang ingin saya tanyakan adalah :
1. adakah cara lain hemat bbm tanpa menggunakan alat tambahan ?
2. jika telah menggunakan alat tersebut butuh berapa lama mobil (mesin) harus dicek?
salam kenal & terima kasih sebelumnya
Taufik
Roel Says:
1.Driving style mungkin yang paling utama ya kang
2.Saya kurang mengerti alat apa yang dipakai, jadi maaf saya belum bisa menjawabnya.
March 6, 2007 at 3:38 am
Kang Opik pake mobil apa’an tuch 200cc tembus 21km.. 1000cc( 1 liter ) tembus 105km..
MegaPro(156cc) standart pabrik cuma 50km/liter.
Adjie-Adek
March 23, 2007 at 2:44 am
Nanya lagi Oom, mobilku TC 2000 EFI th 91. lampu indikator engine di dashboard lama banget matinya biasanya matinya kalo udah jalan agak jauh atau kalo mesin udah panas, nah proses waktu antara lampu nyala ke mati mesin ikut mati juga, tapi nanti di start bisa lagi. Saya curiga ada sesuatu di area pembakaran / kompressi. Mungkinkah kerja sensornya ?, letaknya dimana ? Kira2 bengkel mana yg direkomend yg punya alat komputer untuk deteksi ECU (?). Apakah ada juga hub dengan delco, cdi … dll ? Kalo di manifold bocor apa juga bisa bikin problem spt itu ?
Wah sorry Kang nanya2 melulu
Trims
Roel Says:
Untuk TC 2000 EFI gak perlu pake alat diagnostik, bisa dilakukan sendiri dengan menjumper TE1 dan E1, kemudian lihat error dari kedipan lampu check engine.
Semua itu berhubungan dengan sensor-sensor tidak ada hubungan dengan kompresi atau manifol bocor.
April 2, 2007 at 12:36 pm
Alhamdulillah Kang, sepertinya lampu engine sudah agak “jinak”, kemarin2 kalau pagi atau habis brenti lama stationer (pemanasan) tidak perlu waktu lama, lampu indikator udah bisa mati.
Thanks Kang untuk tehnik menjumper TE1 & E1 meskipun aku gak begitu mudeng …. he he he, mkin harus diterangin langsung ‘kali ya …
Roel says:
Nanti deh kalo saya ada waktu saya akan tulisa lagi artikel mengenai ini secara detail
April 13, 2007 at 1:02 pm
Maaf Kang nanya lagi, mobil saya mudah mati mesin terutama waktu msh dlm keadaan dingin (blm jalan jauh), terus busi mudah kebakar (gosong) tapi tidak basah, kata orang kemungkinan supply bbm terlalu banyak (istilahnya banjir), Kira2 karena apa ya dan sensor mana yg berpengaruh paling banyak
Tsb dibawah kayaknya cocok untuk keadaan mobil saya saat ini. Mobil saya corona ex saloon ST 171
Thanks
# Timing pengapian tidak tepat
# percikan api pada busi kurang
# Supply BBM rich
Roels Says:
ST 171, technically masih menggunakan cold star injector sama dengan GTi, kemungkinan Cold star injectornya kotor atau tersumbat, bisa juga disebabkan karena Water temp sensor yang tidak berfungsi dengan baik.
Jika hal diatas masih bagus, kemungkinan lainnya bisa saja timing tidak tepat atau pengapian kurang baik. alangkah baiknya di periksakan secara detail mulai dari yang termudah set timing dan Cek CO serta cek kompresi.
June 13, 2007 at 9:14 am
Kang apa ada pengaruh kisi2 pemutar bbm & gas juka dipasang pada intake manifold, katanya sih untuk meningkatkan performa, tapi jika lihat klep seperti tsb. diatas apakah bisa dibersihkan dengan clean carb. atau editive yang dicapur ama bbm, atau perlu bongkat mesin untuk membersihkan, tolong dijelasin terima kasih
July 16, 2007 at 8:36 am
pak… minta izin ngopi artikel dan fotonya ya… tidak utk kepentingan bisnis kok, hanay utk koleksi pribadi, maturnuwun atas perkenannya, salam dari semarang
November 15, 2007 at 5:22 pm
mas kalow sebab dan akibat untuk sepeda motor apakah sama? mohon pencerahannya
Roel says:
Ya benar sama saja
November 24, 2007 at 4:03 pm
mas mobil saya lancer gti’95 sekarang ini tenaganya sangat kurang sampe2 ngelitrik kalo d akselerasi,bensin pk pertamax,busi iridium,pengapian bagus, cek hasil kompresi bagus,timing pengapian bagus,mungkinkah hal tersebut pengaruh oksigen sensor tdk bekerja dgn optimal? dapatkah oksigen sensor di perbaiki? mohon pencerahannya
January 2, 2008 at 9:22 pm
mas… minta ijin saya ambil artikel diatas utk support tugas saya ( kan ilmu tuh semakin bertambah kalo dibagi-bagi….
)
tx b4
February 4, 2008 at 8:50 pm
mas, aku minta ijin ambilm artikel nya yah… untuk tugas kuliah saya..
hmmm, asap solar itu mengandung apa saja yah?
trims atas bantuannya..
Roels says: ” silakan jika memang berguna untuk kuliah anda, semoga cepat selesai kuliahnya”
February 14, 2008 at 8:32 pm
mas mau ikutan tanya dong..
Saya punya peugeot 406 ‘97.. ada sdikit masalah di pmbakaran, busi item mengkilat di cylinder no 2. udah di cek kemana-mana tmasuk ke bgkel resmi (asco) jawabannya sama smua, bensin ga kbakar. kalo dah jln 100km mesin pincang.
Dah ganti busi, ganti idle stepper, bersihin injector (kabut msh bagus tp ga ganti o-ring), coba pake coil mbl laen yg normal, cek smua sensor dsb dsb gak ada hasilnya.
Akhirnya o-ring injector aku ganti sndiri, ada sdikit prubahan tapi gak tuntas.. apa harus nunggu dulu ya ? soalnya tambah lama emg trus berkurang itemnya..
Kalo kasus sprti ini biasanya kenapa ya mas ? saya dah mulai cape dan kayaknya udah terlalu banyak buang biaya.. tp mau dijual jg sayang banget.. biar tua mobil ini nyaman banget dipakenya.
Trims sblumnya.
Roel Says:
Kemungkinannya banyak diantaranya bisa saja dari cyl yang no.2 itu kompresinya kurang bagus, coba cek kompresinya dulu deh. Kalo benar dari kompresi bisa jadi karena stelan klep yang kurang baik atau memang ada kebocoran di Cyl no 2 itu.
April 21, 2008 at 11:06 am
Roel Says:
Kemungkinannya banyak diantaranya bisa saja dari cyl yang no.2 itu kompresinya kurang bagus, coba cek kompresinya dulu deh. Kalo benar dari kompresi bisa jadi karena stelan klep yang kurang baik atau memang ada kebocoran di Cyl no 2 itu.
Trims jawabannya mas, kompresi sudah di cek dan hasilnya semua rata 10.5.. terakhir saya bawa ke yang katanya “dokter” nya peugeot di ciputat.. alhasil di vonis kalo ignition coil harus ganti.. hasilnya sendat hilang dan tenaga membaik walau dah jalan lebih dari 100 Km.. (heran !! padahal waktu di bengkel resmi di coba ganti pake yg normal tapi gak ada prubahan loh..) tapi pas di buka, busi di cyl. no 2 kok masih item ya !?!? bengkel bilang kalo masih basah bisa dipastikan seal klep bocor, karena PUG 406 gak ada stelannya alias otomatis.. dan waktu bersihin injector memang ada terlihat basah di dalam intake manifold no 2 ini (tadinya saya pikir karena injector mampet)..
Yang mau saya tanyakan,
1. Apakah benar dengan kondisi ini ternyata oli yang menyebabkan busi terlihat basah dan lengket itu ??
2. Apakah seal klep bocor menyebabkan kebocoran kompresi ? bagaimana cara saya memastikan bahwa seal klep memang bocor sehingga oli masuk ke ruang bakar ?
3. Kalau memang hanya seal klep yang bocor apa memang harus turun blok mesin ??? duh agak ngeri soalnya…
Terimakasih banyak mas.
Roel says:
1. betul
2. bisanya bukan karena kebocoran seal klep yang mengakibatkan kompresi turun, tetapi karena kebocoran oli tersebut menyebabkan telah menumpuknya kerak di klep cyl no.2 tersebut. untuk memastikan dari klep tersebut, masukan oli kedalam cyl no.2 kemudian cek kembali kompresinya jika kompresi tetap rendah, bisa di pastikan ada kebocoran kompressi di klep.
3. Tidak perlu, jka sudah di ketahui klep yang masalah, top OH sudah cukup.
May 8, 2008 at 8:22 am
Mas mau nimbrung nih, tanya saya feroza th 95, orang bilang terkenal boros bbm (1:7) dalam kota sedangkan luar kota (1:10), bagaimana agar bisa irit sedikit saja (1:12), apa perlu stel klep? sebagai informasi selinder head baru saya bongkar dan saya bersihkan terak2nya termasuk klep2nya dan saya lihat pengapian/kompresi baik, busi warna seperti karang tidak hitam, mohon jawabannya terima kasih.
Roel says:
Banyak cara untuk membuat irit kendaraan, yang pertama tentu driving style kita. Cara saya lakukan sendiri adalah dengan mempergunkan water injection (bisa di campur dengan Methanol atau Alkohol).
Bahkan sekarang orang mulai menerapkan HHO dari hasil elektrolisa air.
Insya Allah nanti akan di bahas juga disini.
June 21, 2008 at 9:32 pm
mas ak minta materi komponen gas buang?? spti konventer,mufler,dll..please.
July 10, 2008 at 11:24 pm
tolong kasih tau desain indikator emisi (Emission Billboard)
Roel says:
Ini maksudnya AFR monitor, atau apa ya? Jika ya AFR monitor saya sudah membuatnya dan munkin nanti saya akan upload disini.
January 9, 2009 at 11:41 am
kang,
Mo tanya dong, untuk pengapian timming dgn Microplex, kira-2 gejala rusaknya gimana yah?
soalnya mobil saya sekarang jadi loyo tenaganya, kalo di stel tidak loyo, malah jadi boros…
stelan tsb main di Jetronic, fuel managementnya…
mobilnya Uno Turbo ‘94…
Thanks,
Indra
February 5, 2009 at 1:56 pm
permisi kang Roel_aye minta datanya..
eya kang aku mau tanya ada ga cara menghitung gas emisi secara teoritis_sebelumnya maturnuhun……
Roel says:
Silakan aja kang…!!
Kalo cara menghitung emisi ecara teoritis saya enggak tahu.
July 22, 2009 at 11:37 am
mas,kalo mau memonitor emisi gas kayak CO,CO2,O2 dan HC pake sensor apa ya?
boleh minta materi seputar gas buang…