ECU Kijang 1.8

Masih ingat artikel sebelumnya dengan judul “Hindari penggunaan test pen“, Nah ini ada cerita mengenai Kijang 1.8L

Sebuah bengkel di kawasan Timur Jakarta terpaksa menderek mobil kastemernya ke Padepokan karena telah dua hari koma.

Selidik-selidik ternyata ECU nya kena serangan jantung, Tanya history kenapa sampai Koma, sang empunya bengkel bilang pertamanya sih RPM enggak mau turun dan manteng terus di 1400, lantas ganti ISCV baru…dan masih tetap aja begitu……..setelah itu kabel kabel di test pake test pen karena disinyalir tidak ada tegangan…..dan tiba-tiba saja saat test pen menyentuh salah satu pin di kabel TPS keluarlah
api kecil dan setelah itu blassttt sang kijang pun koma.

Ahhhaaaaa…………….itu dia kesalahan besar yang sering di buat oleh bengkel-bengkel pada umumnya, menyamakan mobil ber Injection dengan berkarburator.

Berbekal referensi dari temannya….dia berharap padepokan bisa menyelamatkan sang Qjang….tapi apa daya ECU Qjang menggunakan IC yang embedded processor, plus semua komponen nya adalah komponen SMT…….walau tahu ada komponen yang rusak tapi untuk mendapatkan komponennya sangatlah susah karena tidak di jual dipasaran umum..

ecu-qjank

Percaya atau tidak, saat telp TAM untuk order ……….sudah ada 65 antrian yang menunggu kedatangan ECU…………….busyet daaaaaah.

Percaya atau tidak ternyata ECU Qjang adalah ECU yang paling murah diantara yang lainnya………1.3 jt saja (sebelum disc).

Jadi kalo ECU kijang rusak cara satu-satunya yang paling efektif adalah “dilembiru”…………dilempar beli baru……………hehehehhe.

Morale of the story: Pastikan bengkel yang dikunjungi mengerti system kendaraan anda

 

—Dilarang mengambil, mengutip sebagian atau seluruh isi situs ini tanpa izin penulis—